Ketika Anak Petani dan Anak Pejabat Setara di Depan CAT BKN
Oleh Usamah El-Madny

Makmur --- begitu Makmur Ibrahim, SH. M.Hum, Kepala Kanreg XIII BKN Banda Aceh sehari-hari dipanggil --- baru saja tiba di rumahnya dari Shalat Isya berjamah di surau yang terletak tidak jauh dari rumahnya di Gampong Ajun Lam Hasan, Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar itu.

Belum sempat dia merapatkan punggung di kursi tamu rumah nya itu, tiba-tiba ia dikejutkan dengan bunyi ketukan pintu rumahnya. Setelah pintu dibuka, ternyata ada tamu yang ingin bertemu dengannya malam itu.

Ketika menceritakan kepada peristiwa tersebut, Makmur mengaku masih sangat ingat, malam itu adalah malam Selasa, 24/4.
Besoknya, Selasa, 25/4, di kantornya , Kantor Regional XIII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Banda Aceh akan dilaksanakan Tes Kompetensi Dasar (TKD) calon siswa sebuah sekolah dinas di Jakarta.

TKD ini menjadi penentu utama seorang calon siswa diterima atau ditolak menjadi siswa sekolah dinas tersebut. Bagi banyak orang tua, ketika anaknya diterima di sebuah sekolah dinas maka itu adalah sebuah kebanggaan tersendiri karena anaknya tersebut otomatis diangkat menjadi PNS tanpa harus berpayah-payah lagi bersaing dengan banyak pihak mengikuti tes CPNS formasi umum.

Untuk calon siswa yang berasal dari wilayah Aceh ujian TKD dilaksanakan di Kanreg XIII BKN Banda Aceh dengan menggunakan fasilitas Computer Assisted Test (CAT) instansi ini.

Nah, tamu yang malam itu berkunjung ke rumah Makmur adalah seorang kawan dekat Makmur. Sang kawan itu tahu CAT BKN yang akan menjadi tempat anaknya mengikuti ujian TKD sekolah dinas tersebut berada di bawah kendali Makmur sebagai Kepala Kantor Regional XIII BKN Banda Aceh. Sangat jelas maksudnya bertamu malam itu, sang kawan bermaksud meminta bantuan Makmur agar anaknya besok dapat lulus mengikuti ujian TKD dan diterima sebagai siswa sebuah sekolah dinas prestesius itu.

Malam itu sebagai sahabat yangt baik Makmur menerima kedatangan tamunya itu yang tidak lain adalah sahabat akrabnya dengan penuh keramahan. Setelah mendengar semua permintaan dan harapan sang kawannya itu, Makmur tidak langsung memberikan kepastian bahwa dia akan membantu anak kawannya itu sampai lulus mengikuti ujian besok.

Ketika mengantar tamunya pulang, di depan pintu rumahnya Makmur berpesan kepada kawannya itu berdoa banyak-banyak malam ini serta meminta agar kawannya itu besok pagi pukul delapan tepat datang ke Kantor Regional XIII BKN. “Besok pagi datanglah ke kantor, kita bertemu disana”, pesan Makmur kepada kawannya itu.

Besok pagi, jam delapan tepat sang kawan sudah berada di depan ruang kerja Makmur di Kantor Regional XIII BKN Banda Aceh.
Tahu kawannya sudah tiba, Makmur langsung mengajak kawannya tadi ke ruang monitor CAT.

Di ruang monitor CAT Kanreg XIII BKN Banda Aceh itu tersedia sebuah layar televisi berukuran besar. Dari layar monitor tesebut dapat dipantau secara bebas aktifitas peserta ujian TKD yang sedang mengisi jawaban soal di ruang CAT Kanreg XIII BKN Banda Aceh.

Hari itu anak kawan Makmur tersebut termasuk salah seorang peserta ujian TKD dengan fasilitas CAT. Di layar monitor CAT BKN itu dapat dipantau banyak hal, termasuk kejujuran peserta dalam menjawab soal termasuk fluktuasi nilai ujian yang diperoleh hingga posisi nilai akhir yang kemudian akan menentukan seorang peserta ujian dinyatakan lulus atau gagal. Hanya lebih kurang lima belas menit setelah ujian seluruh hasil ujian dalam bentuk passing grade atau urutan nilai langsung diumumkan di papan pengumuman.

Dan hari itu, sebagai Kepala Kantor Regional XIII BKN Banda Aceh Makmur sama sekali tidak bisa intervesi membantu anak kawannya tersebut. Dari passing grade yang terpampang di layar monitor, anak kawan Makmur itu dinyatakan tidak lulus.

Sambil memegang pundak kawannya itu, Makmur pun menghibur sang kawan. “Inilah kenyataaan hari ini, di depan fasilitas CAT hanya kemampuan peserta ujian yang bisa membantu, selebihnya hanya bisa berdoa”. Siang itu setelah berpasangan dan saling tersenyum sedikit hambar Makmur berpisah dengan kawannya.

Ketika menceritakan peristiwa ini, Makmur menegaskan bahwa ia sangat yakin bahwa kawannya dan banyak pihak lain secara pelan-pelan akan segera memahami bahwa dengan fasilitas CAT tidak akan ada yang bisa membantu seseorang untuk lulus test CPNS. “Dengan pola test CPNS menggunakan CAT jangan pernah percaya lagi bila ada pihak-pihak yuang berjanji dengan imbalan uang akan mampu meluluskan peserta test CPNS”, tegas Makmur mengingatkan masih ada indikasi berkeliarannya calo-calo CPNS di Aceh.

Menurut Makmur, kasus peserta tes CPNS yang tidak bisa dibantu ketika menggunakan fasilitas CAT bukan hanya menimpa kawannya itu. Tiga tahun yang lalu, cerita Makmur, bahkan anak Menteri PAN RB RI, Azwar Abubakar dan anak Kepala BKN sendiri tidak berhasil lulus menjadi CPNS ketika mengikuti tes dengan fasilitas CAT BKN.
Bayangkan bila itu terjadi pada Zaman Orde Baru, tambah Makmur, anak pejabat sekelas Menpan RB dan Kepala BKN pasti lulus dengan mudah tanpa ada halangan yang berarti.

Namun kini zaman telah berubah. Seiring semangat reformasi birokrasi yang digelinding Pemerintahan Jokowi JK, maka dengan fasilitasi CAT yang diinisiasi BKN, hanya kapasitas dan kemampuan personal peserta ujian yang menentukan dia lulus atau tidak ketika mengikuti ujian. Orang tua atau keluarga dekat peserta ujian hanya bisa berdoa. Katabelece sesuatu yang sangat mumpuni di masa lalu menjadi tidak bermakna di depan layar CAT.

Menurut Makmur yang mantan Kepala Biro Hukum dan Humas Pemerintah Aceh ini peluang seluruh anak bangsa untuk berkarir sebagai PNS terbuka lebar dan setara. Dulu, misalnya, ketika kita melihat daftar lulusan STPDN, IPDN atau CPNS di berbagai daerah selalu didominasi oleh anak-anak pejabat tertentu. Anak-anak orang kecil sangat susah tembus karena indikator kelulusan ketika itu bukan semata-mata kecerdasan. Sementara itu, beberapa tahun terakhir ini kita melihat dinamika yang berbeda, banyak anak petani dan bukan pejabat lulus menjadi siswa sekolah dinas atau menjadi CPNS. Ini tentu sebuah kabar menggembirakan ketika ujian penerimaan CPNS dilakukan dengan CAT yang fair dan transparan.

“Di hadapan CAT BKN, anak petani dan anak pejabat sama kedudukannya”, tegas Makmur.

Apa itu CAT BKN?


Computer Assisted Test (CAT) yang dikembangkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) merupakan metode tes berbasis komputer, yang tepat guna menempatkan pegawai berdasarkan sistem meritokrasi (prestasi). Dengan aplikasi CAT peluang intervensi pihak-pihak tertentu dalam tes CPNS dapat dihilangkan, sehingga dengan demikian objektifitas rekruitmen calon aparatur Negara ini menjadi semakin baik.

Ada tiga prinsip yang dikedepankan dalam tes CAT BKN, yaitu prinsip cepat, akuntabel dan transparan.
Dengan tiga prinsip ini CAT BKN, pertama, menjamin hasil yang diperoleh peserta ujian dapat diketahui secara langsung tanpa perlu menunggu lebih lama. Nilai hasil ujian akan keluar setelah selesai mengikuti ujian.

Kedua, hasil ujian dengan CAT BKN dapat dipertanggungjawabkan. Aksi peserta pada setiap soal termonitor dalam system yang memudahkan dalam audit jika terjadi hal tak terduga selama ujian berlangsung.

Ketiga, proses ujian dengan CAT BKN dapat dipantau oleh semua pihak. Pergerakan nilai dari awal pengerjaan sampai dengan selesai dapat diikuti dan jawaban peserta dapat dilacak.

Fasilitas CAT BKN Aceh sudah dapat digunakan sejak awal tahun anggaran 2017. Sejumlah instansi telah bekerjasama dengan Kanreg XIII BKN dalam pelaksanaan sejumlah ujian.

“ Hari ini, 16 Mei 2017 sebanyak 1.138 orang calon siswa IPDN dari Aceh mengikuti ujian dengan menggunakan fasilitas CAT kita”, kata Makmur. []

Kisah Inspiratif

Spirit Sang Elang, Pesan untuk Pemimpin

Ada banyak sekali hal yang hilang begitu duduk di atas. Tawa ria yang bebas, hubungan tanpa jarak, manusia-manusia tulus yang datang tanpa kepentingan

Pejabat Moderat

Hai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan

Bosan Hidup

Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam.

Produk

Badan Kepegawaian Negara Regional XIII Aceh Secara Terus Menerus Selalu Mengembangkan
Produk Untuk Menunjang Layanan Kepegawaian Yang Lebih Baik

Kantor Regional XIII BKN Aceh

Jl. Sultan Iskandar Muda Gp. Gani Kec. Ingin Jaya Kab. Aceh Besar 23371
Telp. (0651) 8071007 | Fax. (0651) 8071016
kanreg13.bkn@gmail.com
http://fb.com/bknaceh
http://kanreg13bknaceh.com
5°30'49.5"N 95°22'41.3"E