Reportase dari Semarang (bagian kedua dari 3 tulisan)
Payung Indah Mesjid Agung Jawa Tengah

Pengantar :
Dari tanggal 21 – 23 Februari 2017, Pimpinan Redaksi www.kanreg13bknaceh.com berada di Semarang, Jawa Tengah, dalam rangka mengikuti Raker Renja BKN 2018. Berikut sedikit reportase yang sempat dicatat di sela-sela kesibukan dinasnya itu. Paling tidak, semoga reportase ini menghibur pembaca.

####

Pagi ini saya berkesempatan Shalat Subuh Di Mesjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Desa Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Alhamdulillahi’alakullihall.

Tidak hanya shalat, Saya juga berkeliling sebagian dari area masjid dengan luas lahan 10 hektare ini, saya duduk berselonjor kaki di bawah payung hidrolis raksasa berwarna putih dengan kombinasi garis-garis warna hitam.

Cukup lelah rasanya berjalan melihat bagian-bagian bangunan Masjid Agung Jawa Tengah ini. Untuk menuju ke lokasi Plaza Masjid atau tempat di mana enam payung elektrik ini saja butuh kurang lebih 3-5 menit jalan kaki dari ujung jalan masuk yang ada di Jalan Gajah Raya.


Melihat indahnya payung Mesjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ini tiba tiba saya ingat Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Di sana juga telah di bangun payung seperti ini di hal aman mesjid. Ya, kita berharap payung payung di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh ke depan akan menambah keindahan Mesjid bersejarah ini dan tidak akan memunculkan masalah yang berarti.

Keindahan arsitektur bangunan MAJT merupakan paduan dari bangunan Jawa, Timur Tengah, dan Romawi. Tak lupa, beberapa kali saya mengabadikan bangunan masjid ini, dengan kamera telepon pintar . Mulai dari payung elektrik, bangunan masjid utama, dan 25 pilar berwarna ungu kombinasi warna emas dengan kaligrafi di bagian atasnya.

Mengapa 25? Seorang takmir mesjid menjelaskan, Angka ini melambangkan jumlah nabi yang diyakini umat Islam, dan Muhammad sebagai nabi terakhir. Sementara enam payung listrik melambangkan Rukun Iman dalam Islam.

Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 hingga selesai secara keseluruhan pada tahun 2006. Masjid Agung diresmikan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) merupakan masjid provinsi bagi provinsi Jawa Tengah.


Area serambi Masjid Agung Jawa Tengah dilengkapi 6 payung raksasa otomatis seperti yang ada di Masjid Nabawi, Tinggi masing masing payung elektrik adalah 20 meter dengan diameter 14 meter. Payung elektrik dibuka setiap salat Jumat, Idul Fitri dan Idul Adha dengan catatan kondisi angin tidak melebihi 200 knot, namun jika pengunjung ada yang ingin melihat proses mengembangnya payung tersebut bisa menghubungi pengurus masjid. Untuk sehari hari jarang dibuka karena supali Energi listeria yang d ibutuhkan lamaran besar.

Saya yakin, saat perencanaan Pembangunan payung Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh juga telah dipertimbangkan secara tennis berapa knot standard maksimal kekuatan angin di Banda Aceh. Karena bila standard kekuatan angin ini tidak diestimasi dengan cermat kita khawatir payung indah itu akan runyoh oleh angin. [].

Kisah Inspiratif

Spirit Sang Elang, Pesan untuk Pemimpin

Ada banyak sekali hal yang hilang begitu duduk di atas. Tawa ria yang bebas, hubungan tanpa jarak, manusia-manusia tulus yang datang tanpa kepentingan

Pejabat Moderat

Hai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan

Bosan Hidup

Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam.

Produk

Badan Kepegawaian Negara Regional XIII Aceh Secara Terus Menerus Selalu Mengembangkan
Produk Untuk Menunjang Layanan Kepegawaian Yang Lebih Baik

Kantor Regional XIII BKN Aceh

Jl. Sultan Iskandar Muda Gp. Gani Kec. Ingin Jaya Kab. Aceh Besar 23371
Telp. (0651) 8071007 | Fax. (0651) 8071016
kanreg13.bkn@gmail.com
http://fb.com/bknaceh
http://kanreg13bknaceh.com
5°30'49.5"N 95°22'41.3"E