Sekretaris Utama BKN, Usman Gumanti : Refreshment Pengadaan Barang & Jasa di Lingkungan BKN agar Pemahaman PBJ Lebih Baik

Ciawi-Bogor (29/6) Sekretaris Utama BKN, katakan dalam pengarahannya pada peserta penutupan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengadaan Barang/Jasa (Refreshment) di lingkungan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang dilaksanakan di Pusbang ASN BKN, Ciawi-Bogor, Jawa Barat 28-29 Juni 2018, Saya mau menjelaskan apa sih yg terjadi dalam pengadaan barang dan jasa, kita termasuk penyerapan anggaran tertinggi tahun 2017 tapi kita tidak dapat penghargaan pengelolaan keuangan terbaik, seperti pada Tahun 2016, karena perencanaannya tidak tepat, coba kaji kembali sebagai KPA, coba evaluasi, kita lihat indikasinya pada bulan januari yang lalu sudah merevisi anggaran.

Yang kedua adalah, bagaimana implementasi dalam Pembayaran, kita terlambat dalam pembayaran, bagaimana untuk bisa dibayar, saya selaku PA harus menandatangani surat Permyataan dengan alasan tertentu sehingga terlambat. Saya suruh pak Ramdhani untuk tayang satker mana saja yg harus selalu saya tandatangani surat pernyataan, tapi ini belum kesampaian. Bagaimana ini bisa terjadi, padahal sebenarnya bisa kita hindari, bila kita lakukan peremcanaan yang lebih baik, kalau sudah triwulan ke empat masih kita tunjuk penyedia pengadaan barang & jasa, ini yang membuat kendala.

Maka refreshment pengadaan barang dan Jasa ini kita buat agar pemahaman PBJ agar lebih baik, terutama dengan Perpres Nomor 16 Tahun 2018 yang baru ini.
Sebenarnya harapan saya dan bapak Kepala, dalam PBJ ini, suatu saat ada unit yang PPK-nya bukan pejabat struktural, tapi kita tunjuk dari pejabat fungsional, karena tidak dibebani dengan tugas struktural.

Disamping itu, harapan saya agar PBJ di BKN semakin hari semakin baik, apalagi dengan aturan Perpres yang baru ini, harus semua pihak harus memahaminya, karena ada adagium negara kita, setiap peraturan perundang-undangan yang sudah diundangkan dalam Lembaran Negara, Tambahan Lembaran Negara dan/atau Berita Negara, dianggap kita sudah mengetahuinya, jadi tidak ada alasan kita katakan saya tidak tahu.
Sesma juga ingatkan, bahwa kejadian korupsi banyak terjadi dalam Pengadaan Barang Jasa ini, maka agar hindarilah bermain-main yang akan menjadi masaalah besar ini.

Kontrak adalah hukum perdata, maka jangan copypaste, sedangkan substansinya tidak sesuai, maka agar merencanakan dengan matang, maka teliti kembali secara seksama sebelum mendatangani kontrak.
Selanjutnya, perlu juga saya ingatkan, bahwa bila kebutuhan ATK, diplot di biro umum semua, sehingga satker hanya merencanakan kebutuhannya ke biro umum, ini saya yakin akan ada penghematannya. Tapi memang pernah dipusatkan ATK di Biro Umum juga ada kendala, jadi terus akan kita lakukan evaluasi terus, mana yang lebih mendatangkan efesiensi.

Di samping itu, terkait dengan Pemilihan, agar lengkap dengan waktu, jangan sampai pokja tidak menguasai substansi teknis untuk dijelaskan saat penjelasan pekerjaan (aanwijzing), serta agar hati-hati juga gengam pemenang yang sudah kita ikat kontrak, jangan ada kontraktor yang hanya mengambil uang muka, tapi tidak mengerjaan pekerjaan, inilah perlunya klarifikasi, bonafiditas perusahaan pemenang.
Yang lebih stragis lagi bila panitia pengadaan barang & jasa itu orang dari luar, kalau ada masaalah bagaimana kita minta pertanggung jawaban.
Selanjutnya Pelaksanaan kontrak, sebenarnya kita sudah diatur dalam kontrak terkait dengan uang muka, tapi padahal perusahaan tersebut tidak memintanya, bila kita tawarkan ini aneh, sebenarnya ini yang tidak benar.

Ada juga perusahaan yang melakukan sub kontraktor, sedangkan sub kontraktor tidak melaksanakan pekerjaan, tapi tidak dibayar ini sangat berbahaya, pekerjaannya akan terbengkalai tidak selesai.


Selanjutnya serah terima barang, agar PPK tidak begitu saja mempercayai pejabat penerima barang, jangan bayar kalau belum ada barangnya, penyedia menyatakan akan selesai apalagi didukung oleh pejabat penerima barang, ini bahaya, kalau ini terjadi jangan Saudara bayar. Ini pengalaman saya di direktorat PPAK II, harga kontraknya Rp.3 Milyar, sudah saya bayar, jadi salah juga saya, karena saya percaya panitia penerima barang. Maka saya ancam kontraktornya, akhirnya selesai, jadi amanlah saya.

Kasus di Manado, juga ada kontraktor progres pekerjaanya baru selesai hanya 2%, dia minta untuk dibayar 100%, saya tidak mau, amanlah saya tidak merugikan keuangan negara.
Maka Saudara-saidara sekalian, mengakhiri pengarahan saya ini saya pesankan kembali kepada KPA, PPK dan Panitia Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) harus berhati-hati.

Dan kepada peserta diklat PBJ, dapat lulus yang banyak dan hasilnya bagus dalam ujian sertifikasi yang akan dilaksanakan besok (30/6/2018).
Demikian Sekretaris Utama BKN, Usman Gumanti,S.H.,M.Hum, dalam pengarahannya pada penutupan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengadaan Barang /Jasa (Refreshment) angkatan ke 3 (tiga) yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari dari tanggal 28-29 Juni 2018, diikuti oleh para Ka.Kanreg II BKN Surabaya, Tauchid Djadmiko,S.H.,M.Si., Ka.Kanreg III BKN Bandung, Dra.Imas Sukmariah,M.Si., Ka.Kanreg IV BKN Makassar, Sayadi,S.H.,M.Si, Ka.Kanreg V BKN DKI Jakarta, Istati,S.H.,M.Si., Ka.Kanreg XII BKN Pakanbaru, Andrayati,S.H.,M.Si., Ka.Kanreg XIII BKN Banda Aceh, Makmur,S.H.,M.Hum., Kapusbankum BKN, Harun Arasyid,S.H., Karo Humas, M.Ridwan, Karo Keuangan BKN, Ramdhani,S.E., Direktur Perencanaan Pegawai dan Formasi, Wakiran,S.H.,M.H.,Direktur PDAK II BKN, Drs.Budi Yuwono, serta Pejabat JPT Pratama lainnya dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan Barang/Jasa baik dari kantor pusat BKN maupun dari Kantor Regional.

Sebelumnya Kepala Pusat Penembangan (Pusbang) ASN BKN, DR. Ahmad Jalis, S.H., M.A., menyatakan dalam pidato laporannya, mengatakan, bahwa kegiatan ini dilaksankan sebagai upaya untuk Penguatan bagi pejabat pengadaan barang dan jasa di lingkungan BKN, yang semakin hari dituntut agar lebih kreatif dan akuntabel dalam Pengadaan barang dan jasa sesuai dengan Perpres Nomor 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. sekaligus sebagai upaya penyamaan persepsi antara KPA, PPK, khususnya Auditor, dalam melakukan pengawasan dan Implementasi ketentuan pengadaan barang dan jasa yang baru, sebagai pengganti Perpres Nomor 54 Tahun 2010. (Makmur)


Kisah Inspiratif

Spirit Sang Elang, Pesan untuk Pemimpin

Ada banyak sekali hal yang hilang begitu duduk di atas. Tawa ria yang bebas, hubungan tanpa jarak, manusia-manusia tulus yang datang tanpa kepentingan

Pejabat Moderat

Hai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan

Bosan Hidup

Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam.

Produk

Badan Kepegawaian Negara Regional XIII Aceh Secara Terus Menerus Selalu Mengembangkan
Produk Untuk Menunjang Layanan Kepegawaian Yang Lebih Baik

Kantor Regional XIII BKN Aceh

Jl. Sultan Iskandar Muda Gp. Gani Kec. Ingin Jaya Kab. Aceh Besar 23371
Telp. (0651) 8071007 | Fax. (0651) 8071016
kanreg13.bkn@gmail.com
http://fb.com/bknaceh
http://kanreg13bknaceh.com
530'49.5"N 9522'41.3"E